Jakarta - International Women's Day, or globally known as the International Women's Day today, Wednesday (08/03/2017), celebrated in some parts of the world. Every year on March 8, all women in various parts of the world celebrate the day in which in which the contribution and role of women in the spotlight.
For this year, the theme for International Women's Day is all about change. With the hashtag #BeBoldForChange, this year is more focused on the movement to encourage people -particularly wanita-- being encouraged to take concrete steps and provide a breakthrough in helping realize gender equality.
For this year, the theme for International Women's Day is all about change. With the hashtag #BeBoldForChange, this year is more focused on the movement to encourage people -particularly wanita-- being encouraged to take concrete steps and provide a breakthrough in helping realize gender equality.
As quoted from the Telegraph, the current message is delivered with the aim of more echoing the aspirations of the women, who had previously conducted marches --Women's March-- on January 21, 2017 last. The action was held in most of Europe and the US Land, as a protest against the policies of US President Donald Trump related to immigrants, Muslims and women.
Through its website, International Women's Day appealed to women all over the world to participate, speak, calling for gender equality. The trick with the promise pledged that can be done online by visiting the site.
"Calling the masses or call yourself to help create a better working world - a world that is more open to (various) gender," according to a statement on Tuesday Wolipop of International Women's Day.
Through its website, International Women's Day appealed to women all over the world to participate, speak, calling for gender equality. The trick with the promise pledged that can be done online by visiting the site.
"Calling the masses or call yourself to help create a better working world - a world that is more open to (various) gender," according to a statement on Tuesday Wolipop of International Women's Day.
If you want to participate directly, this site also provides information about the locations where events related to International Women's Day was held. From the search Wolipop, there are three main events that will be held according to the time in Europe and the United States. On March 8, a London, England (03/09/2017 Jakarta), there will be action-themed campaign Stand Up to #ArtWorldSexism in Trafalgar Square. This action highlights the modern art world, where there are still significant gender inequalities between men and women artists.
Later in Los Angeles, USA, also held a discussion at the International Women's Day Lightning Talks. This discussion will discuss his career and about technology in the world of women work.
Later in Los Angeles, USA, also held a discussion at the International Women's Day Lightning Talks. This discussion will discuss his career and about technology in the world of women work.
World Perempua Day is usually celebrated differently in various countries. Afghanistan, Armenia, Azerbaijan, Belarus, Kambija, Cuba, Turkmenistan, Uganda, Ukraine to Vietnam made on 8 March as a national holiday. While in China and Nepal, this holiday is dedicated only to women. A number of other countries celebrate International Women's Day Mother's Day should, by giving gifts to the mother, lover or brother / sister of a bunch of flowers or other gifts.
How about Indonesia? In Jakarta, International Women's Day tinged with action followed by the women at the National Monument (Monas), Central Jakarta. As quoted from Detiknews action participants not only voiced rejection of discrimination and patriarchy. Employment issues concerning women's rights was also voiced.
Meanwhile in Yogyakarta, International Women's Day is celebrated with rallies, held a long march at Jalan Malioboro. Those who participated, among others, of the People's Struggle Front and the Struggle Committee of Women (KPP) Yogyakarta. They started the action of the parking park Abubakar Ali-Parliament-DIY-Jl Malioboro Yogyakarta Kilometer Zero Point. Hundreds of people from both groups stopped DPRD DIY to make speeches.
Banners and posters spread. Among others read, "Reject matchmaking, '' Raise the legal age to get married: 16 years, '' Work match, '' Stop humam trafficking, 'and others.
How about Indonesia? In Jakarta, International Women's Day tinged with action followed by the women at the National Monument (Monas), Central Jakarta. As quoted from Detiknews action participants not only voiced rejection of discrimination and patriarchy. Employment issues concerning women's rights was also voiced.
Meanwhile in Yogyakarta, International Women's Day is celebrated with rallies, held a long march at Jalan Malioboro. Those who participated, among others, of the People's Struggle Front and the Struggle Committee of Women (KPP) Yogyakarta. They started the action of the parking park Abubakar Ali-Parliament-DIY-Jl Malioboro Yogyakarta Kilometer Zero Point. Hundreds of people from both groups stopped DPRD DIY to make speeches.
Banners and posters spread. Among others read, "Reject matchmaking, '' Raise the legal age to get married: 16 years, '' Work match, '' Stop humam trafficking, 'and others.
Sumber : https://wolipop.detik.com/read/2017/03/08/151842/3441548/1133/hari-perempuan-internasional-2017-usung-isu-kesetaraan-gender
Translate :
Jakarta - Hari Perempuan Internasional, atau secara global dikenal dengan International Women's Day hari ini, Rabu (8/3/2017), dirayakan di sebagian wilayah di dunia. Setiap tahunnya pada 8 Maret, seluruh wanita di berbagai belahan bumi merayakan hari di mana di mana kontribusi dan peran para perempuan menjadi sorotan.
Untuk tahun ini, tema yang diusung untuk Hari Perempuan Internasional adalah segala hal tentang perubahan. Dengan hashtag #BeBoldForChange, tahun ini lebih difokuskan pada gerakan untuk menyemangati orang-orang --khususnya wanita-- agar berani mengambil langkah nyata dan memberikan terobosan baru dalam membantu mewujudkan kesetaraan gender.
Seperti dikutip dari Telegraph, pesan aktif ini disampaikan dengan tujuan lebih menggaungkan aspirasi para wanita, yang sebelumnya telah melakukan aksi jalan kaki --Women's March-- pada 21 Januari 2017 lalu. Aksi tersebut diadakan di sebagian besar Tanah Eropa dan Amerika Serikat, sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Presiden AS Donald Trump terkait imigran, Muslim dan wanita.
Lewat situs resminya, International Women's Day mengimbau perempuan di seluruh dunia untuk ikut berpartisipasi, bersuara, menyerukan kesetaraan gender. Caranya dengan mengikrarkan janji yang bisa dilakukan secara online dengan mengunjungi situs tersebut.
"Memanggil massa atau memanggil dirimu sendiri untuk membantu menciptakan dunia kerja yang lebih baik - dunia yang lebih terbuka untuk (berbagai) gender," demikian pernyataan tertulis yang dikutip Wolipop dari International Women's Day.
Jika ingin berpartisipasi langsung, situs ini juga memberikan info tentang lokasi di mana acara-acara terkait Hari Perempuan Internasional diadakan. Dari penelusuran Wolipop, ada tiga acara utama yang akan diadakan sesuai waktu di Eropa dan Amerika Serikat. Pada 8 Maret waktu London, Inggris (9/3/2017 di Jakarta), akan diadakan aksi kampanye bertema Stand up to #ArtWorldSexism di Trafalgar Square. Aksi ini menyoroti dunia seni modern, di mana masih ada ketidaksetaraan gender yang signifikan antara seniman pria dan wanita.
Kemudian di Los Angeles, Amerika Serikat, diadakan pula sebuah diskusi bertema International Women's Day Lightning Talks. Diskusi ini akan membahas karier dan seputar teknologi di dunia wanita bekerja.
Hari Perempua Sedunia umumnya dirayakan secara berbeda di berbagai negara. Afghanistan, Armenia, Azerbaijan, Belarus, Kambija, Kuba, Turkmenistan, Uganda, Ukraina hingga Vietnam menjadikan tanggal 8 Maret sebagai hari libur nasional. Sementara di China dan Nepal, hari libur ini dipersembahkan hanya untuk perempuan. Sejumlah negara lain merayakan Hari Perempuan Internasional selayaknya Hari Ibu, dengan memberikan hadiah kepada ibu, kekasih atau kakak/adik perempuan seikat bunga atau hadiah lainnya.
Bagaimana dengan Indonesia? Di Jakarta, Hari Perempuan Internasional diwarnai dengan aksi yang diikuti para wanita di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Seperti dikutip dari detiknews, peserta aksi tidak hanya menyuarakan penolakan terhadap diskriminasi dan sistem patriarki. Permasalahan ketenagakerjaan yang menyangkut hak-hak perempuan juga disuarakan.
Sementara itu di Yogyakarta, Hari Perempuan Internasional diperingati dengan aksi unjuk rasa, menggelar long march di Jalan Malioboro. Mereka yang ikut serta antara lain dari Front Perjuangan Rakyat dan Komite Perjuangan Perempuan (KPP) Yogyakarta. Mereka mengawali aksi dari taman parkir Abubakar Ali-DPRD DIY-Jl Malioboro-Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Ratusan massa dari kedua kelompok ini berhenti di DPRD DIY untuk melakukan orasi.
Berbagai spanduk dan poster dibentangkan. Antara lain bertuliskan, 'Tolak perjodohan,' 'Naikkan umur legal perempuan untuk menikah: 16 tahun,' 'Kerja setara,' 'Stop humam trafficking,' dan lain-lain.
Untuk tahun ini, tema yang diusung untuk Hari Perempuan Internasional adalah segala hal tentang perubahan. Dengan hashtag #BeBoldForChange, tahun ini lebih difokuskan pada gerakan untuk menyemangati orang-orang --khususnya wanita-- agar berani mengambil langkah nyata dan memberikan terobosan baru dalam membantu mewujudkan kesetaraan gender.
Seperti dikutip dari Telegraph, pesan aktif ini disampaikan dengan tujuan lebih menggaungkan aspirasi para wanita, yang sebelumnya telah melakukan aksi jalan kaki --Women's March-- pada 21 Januari 2017 lalu. Aksi tersebut diadakan di sebagian besar Tanah Eropa dan Amerika Serikat, sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Presiden AS Donald Trump terkait imigran, Muslim dan wanita.
Lewat situs resminya, International Women's Day mengimbau perempuan di seluruh dunia untuk ikut berpartisipasi, bersuara, menyerukan kesetaraan gender. Caranya dengan mengikrarkan janji yang bisa dilakukan secara online dengan mengunjungi situs tersebut.
"Memanggil massa atau memanggil dirimu sendiri untuk membantu menciptakan dunia kerja yang lebih baik - dunia yang lebih terbuka untuk (berbagai) gender," demikian pernyataan tertulis yang dikutip Wolipop dari International Women's Day.
Jika ingin berpartisipasi langsung, situs ini juga memberikan info tentang lokasi di mana acara-acara terkait Hari Perempuan Internasional diadakan. Dari penelusuran Wolipop, ada tiga acara utama yang akan diadakan sesuai waktu di Eropa dan Amerika Serikat. Pada 8 Maret waktu London, Inggris (9/3/2017 di Jakarta), akan diadakan aksi kampanye bertema Stand up to #ArtWorldSexism di Trafalgar Square. Aksi ini menyoroti dunia seni modern, di mana masih ada ketidaksetaraan gender yang signifikan antara seniman pria dan wanita.
Kemudian di Los Angeles, Amerika Serikat, diadakan pula sebuah diskusi bertema International Women's Day Lightning Talks. Diskusi ini akan membahas karier dan seputar teknologi di dunia wanita bekerja.
Hari Perempua Sedunia umumnya dirayakan secara berbeda di berbagai negara. Afghanistan, Armenia, Azerbaijan, Belarus, Kambija, Kuba, Turkmenistan, Uganda, Ukraina hingga Vietnam menjadikan tanggal 8 Maret sebagai hari libur nasional. Sementara di China dan Nepal, hari libur ini dipersembahkan hanya untuk perempuan. Sejumlah negara lain merayakan Hari Perempuan Internasional selayaknya Hari Ibu, dengan memberikan hadiah kepada ibu, kekasih atau kakak/adik perempuan seikat bunga atau hadiah lainnya.
Bagaimana dengan Indonesia? Di Jakarta, Hari Perempuan Internasional diwarnai dengan aksi yang diikuti para wanita di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Seperti dikutip dari detiknews, peserta aksi tidak hanya menyuarakan penolakan terhadap diskriminasi dan sistem patriarki. Permasalahan ketenagakerjaan yang menyangkut hak-hak perempuan juga disuarakan.
Sementara itu di Yogyakarta, Hari Perempuan Internasional diperingati dengan aksi unjuk rasa, menggelar long march di Jalan Malioboro. Mereka yang ikut serta antara lain dari Front Perjuangan Rakyat dan Komite Perjuangan Perempuan (KPP) Yogyakarta. Mereka mengawali aksi dari taman parkir Abubakar Ali-DPRD DIY-Jl Malioboro-Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Ratusan massa dari kedua kelompok ini berhenti di DPRD DIY untuk melakukan orasi.
Berbagai spanduk dan poster dibentangkan. Antara lain bertuliskan, 'Tolak perjodohan,' 'Naikkan umur legal perempuan untuk menikah: 16 tahun,' 'Kerja setara,' 'Stop humam trafficking,' dan lain-lain.
Sumber : https://wolipop.detik.com/read/2017/03/08/151842/3441548/1133/hari-perempuan-internasional-2017-usung-isu-kesetaraan-gender
