Jalan setapak yang tak pernah ku lalui sebelumnya
Diarahkanmu via telpon
Aku mengikuti
Sungguh merepotkan ucapku
Tapi dalam hati sungguh menyenangkan
Riuh angin menyapa saat melaluinya
Seakan kicauan gagak menyambut
Aku tersesat ditikungan tajam
Tak ada yang bisa ku tanya
Aku diam dan menunggu ditempat itu
Berharap radarmu akan menemukanku
Saling mencari seperti ada didalam labirin
Tak akan berhasil jika dua duanya bergerak
Maka aku diam dan menunggu
Hanya saja menunggu membuatku muak
Tempat ini asing
Aku takut
Dengan santai kau datang tanpa merasa cemas menagajakku untuk singgah sejenak
Menurutimu adalah hal yang paling bijak saat ini, dibanding harus berada ditempat asing sendiri
Rasanya akan lebih baik jika bersamamu
Kau membawaku ke ruang rahasia
Dan disambut dengan ramah
Membuatku terbuai
Ada banyak tupai disana sedang gigih mengigit kacang besar yang ukurannya lebih besar dari tubuhnya
Aku ingin tinggal !
Rasanya tak mau beranjak
Sedikit ku merengek dalam hati namun tak bisa terucap
Saatnya pulang tapi sengaja ku tinggalkan hatiku disana
Agar aku bisa kembali