Tuesday, April 5, 2022

Setapak

 Jalan setapak yang tak pernah ku lalui sebelumnya

Diarahkanmu via telpon

Aku mengikuti

Sungguh merepotkan ucapku

Tapi dalam hati sungguh menyenangkan

Riuh angin menyapa saat melaluinya

Seakan kicauan gagak menyambut

Aku tersesat ditikungan tajam

Tak ada yang bisa ku tanya

Aku diam dan menunggu ditempat itu

Berharap radarmu akan menemukanku

Saling mencari seperti ada didalam labirin

Tak akan berhasil jika dua duanya bergerak

Maka aku diam dan menunggu

Hanya saja menunggu membuatku muak

Tempat ini asing

Aku takut

Dengan santai kau datang tanpa merasa cemas menagajakku untuk singgah sejenak

Menurutimu adalah hal yang paling bijak saat ini, dibanding harus berada ditempat asing sendiri

Rasanya akan lebih baik jika bersamamu

Kau membawaku ke ruang rahasia

Dan disambut dengan ramah

Membuatku terbuai

Ada banyak tupai disana sedang gigih mengigit kacang besar yang ukurannya lebih besar dari tubuhnya

Aku ingin tinggal !

Rasanya tak mau beranjak

Sedikit ku merengek dalam hati namun tak bisa terucap

Saatnya pulang tapi sengaja ku tinggalkan hatiku disana

Agar aku bisa kembali