1. Berikan permasalahan monopoli atau boleh oligopoly atau kartelisasi di Indonesia
Jawab :
Persaingan sepeda motor di Indonesia termasuk ke dalam jenis pasar Oligopoli Differensial. Dimana para penjual menjual barang / produk dengan berbeda corak. Dalam prakteknya barang yang diperdagangkan dapat dibedakan produk sepeda motor di Indonesia sendiri dikuasai oleh 3 pabrikan besar yaitu Honda Motor Company, Yamaha Motor Company, dan Suzuki Motor. Ketiga pabrikan tersebut merupakan 3 produsen sepeda motor terbesar di Dunia. Ketiga pabrikan tersebut bersaing ketat sampai pabrika lain banyak ikut andil dalam merebut konsumen pasar sepeda motor di Indonesia. Dan tidak hanya itu, dampak dari persaingan pasar oligopoli pun terlihat dalam persaingan pasar mereka.
Contoh kasus, pada saat produk sepeda motor bebek milik Honda telah meledak di pasaran, para pesaingnya yakni Yamaha dan Suzuki pun tidak lama kemudian ikut memproduksi dan memasarkan produk sepeda motor bebeknya juga. Contoh kasus lain yaitu ketika Yamaha motor memasarkan produk motor matic dengan teknologi Injection, Honda pun juga ikut memasarkan produk tersebut ditambah dengan pengembangan teknologi lain seperti Idling Stop System ( mesin berhenti sejenak ).
Persaingan seperti contoh kasus tersebut merupakan kelebihan dari pasar oligopoly, dimana produsen bersaing dalam mengembangkan teknologi baru pada produk sepeda motor mereka dan memperhatikan kepuasan konsumen. Adapun kekurangan dari persaingan pasar ini adalah produsen yang tidak memiliki daya saing, lambat laun akan hilang atau susah dimasuki oleh produsen lain karena tertinggalnya pengembangan teknologi mereka terhadap kebiasaan pasar.
Selain pada produsen, praktek persaingan pasar seperti ini pun memberikan dampak positif dan negative terhadap konsumen, khususnya konsumen di Indonesia. Dampak positif untuk masyarakat Indonesia umumnya para konsumen memiliki banyak pilihan untuk produk sepeda motor dengan kebutuhan dan kepuasannya masing – masing. Dan pengetahuan akan kemajuan teknologi pada industry otomotif akan sangat dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Sedangkan untuk dampak negatifnya, masyarakat atau konsumen cenderung tereksploitasi karena harus membayar produk dengan harga yang cukup tinggi. Selain itu juga para pekerja Indonesia khususnya para pekerja produksi dibayar dengan murah. Hal tersebut terjadi akibat besarnya biaya yang dikeluarkan untuk riset dan penelitian dalam mengembangkan teknologi suatu produk sepeda motor.
Dengan demikian, persaingan pasar oligopoli di Indonesia menghasilkan dampak yang baik dan buruk terhadap pelaku pasar tersebut. Dampak yang tidak hanya diterima oleh produsen tetapi juga dirasakan oleh konsumen khususnya masyarakat di Indonesia.
2.Etika bisnis dalam islam terkhusus pada wisata halal.
Jawab :
Hotel Rhadana Bali mengaku melihat dampak yang sangat positif dari penerapan halal pada pelayanan hotelnya. Terhitung sejak 2012 berdiri, hotel rhadana terus mendapatkan respon positif dari penerapan aspek halal meski lokasi berdirinya hotel di kelilingi oleh hotel-hotel non halal. “Justru karena kami sudah lakukan sertifikasi halal, wisatawan banyak yang berkunjung ke sini. Prospeknya bagus sekali (wisata halal),” kata Budiman saat dihubungi Republika, Ahad (30/6).
Berbeda dari destinasi wisata di Mandalika maupun Aceh, destinasi wisata Bali memang identik dengan wisata modern non-halal. Sehingga hal tersebut dinilai justru menjadi peluang bisnis yang menjanjikan, sebab daya tarik Bali sebagai destinasi global yang mendunia juga diminati tak hanya oleh para wisatawan non-Muslim.
Apalagi, kata dia, wisatawan Muslim global berjumlah cukup besar. Sehingga dia menyebut, penerapan aspek halal akan terus dikembangkan mulai dari fasilitas tempat ibadah, jaminan makanan dan minuman halal, serta peniadaan hal-hal yang berbau haram dan dilarang dalam syariat Islam.
Berbeda dengan konsep wisata syariah, pihaknya lebih memfokuskan pemasaran melalui konsep halal modern hotel. Dia menilai, aspek syariah cenderung konvensional dan lebih eksklusif sehingga cenderung berbelit dalam pengaplikasian terhadap para calon wisatawan yang berkunjung.
Kendati demikian, pihaknya tidak mengesampingkan aspek halal yang diterapkan mulai dari hulu ke hilir. Misalnya saja, sejak dari proses sertifikasi dan dilakukan pemantauan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), konsistensi kehalalan hotelnya dapat dipastikan akan terus berkelanjutan. Bukti dari keseriusannya dalam menggarap potensi wisata halal tersebut terlihat dengan adanya jumlah peningkatan pengunjung ke hotelnya dari tahun ke tahun. Dia mencontohkan, dengan pelayanan yang konsisten serta keramahtamahan, para pengunjung yang pernah menggunakan jasa hotelnya justru akan mengabarkan sendiri dari mulut ke mulut tentang Hotel Rhadana. Sehingga tak ayal, pihaknya kerap mendapatkan pelanggan tetap yang rutin berkunjung dalam masa-masa liburan tertentu.“Dari Turki, Eropa, Timur Tengah, Australia, bahkan Amerika Serikat mereka semacam punya komunitas Muslimnya. Sehingga hotel kami direferensikan sendiri di kalangan komunitas tersebut,” kata Budiman.
Sekretaris Jenderal Cheria Tour Cheriatna mengatakan terdapat peningkatan sektor bisnis perjalanan wisata yang cukup menjanjikan dari konsep halal yang sudah dimulainya. Meski, hal tersebut menurut dia belum sepenuhnya dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi domestik yang cukup membaik. Kendati demikian dia menjabarkan, melalui strategi kreatif utamanya di bidang marketing digital, kelebihan bisnis perjalanan wisata halal mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan Muslim, bahkan non-Muslim.
Berdasarkan hasil penerapan pelaksanaan wisata halal yang dilakukan, terdapat antusiasme yang cukup besar dari konsumen. Hal itu, kata dia, wisata halal dianggap merupakan kebutuhan dasar wisatawan sebagai pemeluk suatu kepercayaan dan juga menjaga nilai tradisi, menyangkut menu makan, waktu shalat, tempat yang halal dalam melakukan wisata.
Pelaku bisnis lainnya di bidang spa, stigma negatif dalam bisnis spa dan relaksasi mulai terhapus dengan sendirinya dengan branding halal yang sudah dijalankan.
Menurut dia, selain memberikan kenyamanan serta jaminan halal terhadap konsumen, pihaknya juga dapat mengedukasi masyarakat bahwa sektor spa dan relaksasi merupakan bagian dari kesehatan dan pariwisata, bukan sektor hiburan.
Selain itu, pihaknya juga meniadakan atribut yang identik dengan kemusyrikan seperti adanya patung-patung di ruangan spa. Menurut dia, dengan penerapan aspek halal yang dilaksanakan dari hulu ke hilir, pihaknya merasakan betul terdapat peningkatan pendapatan.
0 comments:
Post a Comment